Bangka Tanah Kelahiranku

Sunset di Tanah Bangka
Sunset di Tanah Bangka

BANGKA adalah kampung halaman tempat aku dilahirkan. Pulau yang terkenal dengan penghasil barang tambang timah dan dulunya juga jaya dengan lada putih atau sahang. Aku tinggal tepatnya di Desa Air Ruai yang dulunya masuk Kecamatan Sungailiat sekarang sudah dimekarkan menjadi Kecamatan Pemali. Berada di wilayah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Bangka sebenarnya memiliki potensi lain seperti pariwisata, kelautan dan juga perkebunan. Tapi timah memang laksana emas hitam yang membuat mayoritas masyarakat kami terbuai beralih ke pertambangan dengan hasil instan dan lumayan. Nyatanya tidak berkepanjangan dan aktivitasnya sebagian merusak potensi lain seperti pariwisata, kelautan. perkebunan dan pertanian itu. Saat ini Bangka sedang berusaha mencari alternatif lain pasca tambang timah yang mulai semakin menipis depositnya.

Penciptaan ekonomi kreatif terus diusahakan walau sebenarnya sumberdaya alam banyak tergerus dan hancur oleh pertambangan. Potensi sedikit saat ini sedang diberdayakan sama seperti usaha kabupaten/kota lainnya yang dulunya dominan ditunjang pertambangan dan tambang timahnya mulai habis.

Walau begini kondisinya saat ini, aku bangga terlahir di tanah Pulau Bangka, pulau bertuah. Aku senang dengan Gunung Maras, Pantai Rambak, Pantai Teluk Limau, Dam 1 Pemali dan sebagainya. Disini aku dibesarkan dan semoga bisa menghabiskan akhir hayat di Bangka. Menjadi tanggungjawab semua termasuk aku sendiri untuk kembali membangkitkan Bangka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *