Tentang Angan

Tentang Angan

Memilihmu dalam cinta yang berkalung senja
Menjalin rajutan emas pada pusara jiwa
Menakar besaran yang tak lagi terkira
Pada setiap sisi-sisi hal terindah
Bagai merujuk sebuah kebiasaan
Diantara para penari senja

Menangis dalam kebisuan
Tak terungkapkan dalam ucap
Di penghubung petang masih menanti
Dalam semu sepi yang sendiri
Menjelma berbagai imaji
Tanpa tahu apakah masih ada asa

Lalu sekilas merona merah menjadi jingga
Berubah gelap menyamput malam
Dalam taburan cahaya bintang gemintang
Namun pudar bersama muramnya rembulan
Ini seperti sebuah hal lampau
Namun mengharap masa mendatang sesuai angan.

Air Ruai-Pemali-Bangka, Senin, 21-09-2015, 16.26 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *