Serunya Berburu Kijing di Tanjungpendam

*Musim Barat yang Membawa Berkah
*Kapur Sirih, Cabe dan Lidi Jadi Senjata Andalan

Dibalik dasyatnya angin musim barat yang menyebabkan gelombang laut kencang sehingga nelayan sulit melaut namun menjadi berkah sendiri bagi sebagian warga. Sudah beberapa hari dalam satu pekan ini setiap sore di tepi Pantai Tanjungpendam ramai warga berkumpul.
Bukan untuk menikmati pemandangan atau sekedar bermain air, namun warga yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak bahkan
anak-anak ini mencari hewan bernama Kijing ketika air sedang surut. Kijing dari namanya memang cukup unik, begitu juga dengan cara menangkapnya.
Hewan yang lezat dan kaya kandungan protein ini tidak setiap waktu selalu muncul. Paling sering muncul pada saat musim barat terutama pada bulan Januari. Karena ketika musim barat air laut di area Tanjungpendam surut cukup jauh sejak siang hingga menjelang petang.
Kijing adalah binatang yang tidak menampakkan wujudnya begitu saja. Karena Kijing berada di dalam tanah dengan membuat lorong mirip lobang cacing tanah. Untuk memancingnya keluar tidak bisa juga menggunakan cara yang asal, karena bila kita paksakan dengan langsung menggali pasirnya, binatang ini sulit untuk didapat bahkan terkadang tidak bisa sama sekali ditangkap.
Jadinya, warga yang memburu Kijing mempersiapkan sebuah alat tangkap yang sederhana. Satu atau dua batang lidi pohon kelapa, kapur sirih, cabe serta tempat Kijing yang bisa menggunakan plastik atau ember kecil sebagai peralatannya. Mungkin agak aneh ketika harus menggunakan kapur sirih dan cabe. Ternyata kedua bahan inilah menjadi racikan utama untuk menangkap Kijing.
Kapur sirih dan cabe yang sudah dihaluskan diaduk rata. Tidak usah banyak untuk satu kali menangkap Kijing, cukup kapur sirih dan cabe sebanyak satu botol sirup guna memulai aksi. Tinggallah lidi kelapa dipotong sepanjang 20cm sebagai alat untuk mencelup kapur sirih dan cabe racikan.
Bila sudah terbiasa melakukan hal ini, maka saat musim barat warga sudah hafal betul mencari lobang-lobang tempat bersembunyi Kijing. Walau kadang kecil sekali namun ketika feeling sudah terbiasa dan terlatih, dengan mudah menebak bahwa lobang itu berisi Kijing.
Kalau sudah yakin lobang itu Kijing, biasanya lidi yang sudah dicelupkan dengan racikan kapur sirih dan cabe dimasukkan ke lobang. Memasukkan lidi ke lobang tidak sembarangan, harus disesuaikan dengan alur lobang agar mengenai sasaran Kijingnya dengan tepat.
Ketika sudah memasukkan batang lidi ke lobang tidak terlalu lama kemudian ditarik, sekitar 10 detik saja waktunya menunggu hasil karena tak lama kemudian kapur sirih dan cabe mulai bekerja. Teori sederhananya, setelah lubang dimasukkan lidi dengan racikan kapur sirih dan cabe maka lorong tempat bersembunyi Kijing hawanya menjadi panas. Hal inilah yang membuat Kijing tidak tahan sehingga membuat Kijing keluar ke atas permukaan tanah.
Saat Kijing beranjak ke luar permukaan, maka tanah bagian atas tampak bergerak hingga akhirnya keluar lebih duluan adalah pembungkus Kijing yang berupa semacam cangkang. Ketika cangkangnya keluar jangan langsung diambil, tunggu dulu hingga kepala Kijing muncul, setelah itu bisa cepat-cepat diambil, sebab bila lama Kijing bisa masuk lagi ke dalam pasir.
Jadinya mencari Kijing memang butuh ketangkasan dan feeling yang kuat. Cukup susah bila belum tahu namun ketika sudah memahami caranya, sangatlah asik berburu Kijing ini. Menurut Hari, warga Tanjungpandan yang ikut berburu Kijing, memang sudah menjadi semacam tradisi setiap musim barat.
Semua warga selalu ramai memenuhi pantai ketika air sedang surut. Kijing selain memiliki nilai ekonomis juga bagus untuk umpan pancing. Ukuran Kijing yang paling kecil sebesar pipa penghisap es dengan pancang 1-2 cm. Namun bila beruntung ada yang panjangnya hampir 5 cm.
Kijing sangat enak bila dimasak tumis dengan bumbu pedas. Kalau untuk umpan pancing juga bagus karena dagingnya kenyal tidak mudah hancur sehingga banyak ikan yang suka dan umpan jadi awet. Harganya juga lumayan, satu kalengnya puluhan ribu.
Sensasi seru mencari Kijing inilah yang membuat orang datang ke Pantai Tanjungpendam. “Seru aja bang, ketika dapetnya tuh lucu gak sembarangan bisa. Jadi asik saja sama temen-temen, kalau dapat dibawa pulang, sama ibu nanti dimasak,” ujar Yuna, warga setempat yang masih bersekolah di SMP.
Beberapa pencari Kijing yang sudah ahli tampak dengan mudah mencari lobang Kijing. Mereka juga piawai memasukkan lidi dua sampai tiga batang sekaligus sehingga dalam waktu singkat plastik kresek ataupun ember kecil mereka dipenuhi dengan Kijing yang bisa dijual atau untuk dimasak sebagai lauk di rumah.

ilusimentari

Seseorang yang bertindak mengikuti kata hati, berimaji dalam kata, berdoa dalam jiwa. Belajar kehidupan yang terus menghadirkan tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *