Salam dari Gunung Prau, Sakaw Daki Berlanjut

Salam dari Gunung Prau, Sakaw Daki BerlanjutIMG_0153Mendaki gunung belakangan jadi salah satu hobi dan obsesi saya, walau sebenarnya selalu terhambat soal waktu dan hal lainnya. Terakhir saya mendaki Gunung Rinjani, Lombok, pada Agustus 2014 dan setelah itu tidak pernah lagi menyandang caril di punggung.

Sempat pada Oktober 2015 lalu sekedar menikmati ketinggian saya naik ke Bukit Pao, di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Lumayan untuk mengobati rasa kangen berada diketinggiian, tenang dari keramaian, atau menatap langit dalam hamparan bintang dan bulan. Itu pun satu malam saya berangkat dan pagi-pagi langsung turun.

Nah, sebenernya sakaw ke gunung itu terus melanda sampai sekarang, tapi saya harus mengontrol diri untuk tak egois atas keadaan yang belum mendukung. Mengobati kangen gunung paling dengan melihat foto-foto lama (walau sebenernya bikin tambah kangen), atau membaca tulisan dan berita tentang gunung-gunung.

Kamis lalu (3 November 2015), temen saya sekaligus adik, Nia Erawati trip ke Gunung Prau, Wonosobo. Sempet saya baca-baca informasi Gunung Prau yang ketinggiannya 2.565 MDPL itu. Tetep aja, jadi kesemsem pengen ikut, tapi mesti nahan deh untuk tahun ini. Kali aja tahun depan bisa nge trip lagi.

Alhasil dapat oleh-oleh foto yang mengesankan itu dari Nia, yang lagi jadi foto pada postingan ini. Kapan saya ke gunung lagi yak?, kapan ngetrip bareng, nge backpacker lagi, ktemu tempet, suasana dan orang baru, hehehe. Moga secepetnya (pengennya sih ke Gunung Merapi tertinggi di Indonesia, Kerinci) . Tapi makasih buat Nia buat oleh-olehnya, smoga gunung pertama yang kamu daki bisa ngeracunin kamu buat ke gunung-gunung lainnya. Jadi sewaktu-waktu kalau mau nge trip uda ada temen buat diajak. 😀

ilusimentari

Seseorang yang bertindak mengikuti kata hati, berimaji dalam kata, berdoa dalam jiwa. Belajar kehidupan yang terus menghadirkan tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *