Sajak tentang Hujan, Hujan Merindu-Hujan Kembali Merindu

hujanHUJAN MERINDU

Hujan,..

Aku kembali merasakan rindu yang mendalam
Pada setiap tetes yang lebat kau hujamkan ke bumi
Rindu itu kian terasa menelusuk relung hati

Hujan…

Ada rindu di tiap rintiknya
Yang satu persatu menetes jatuh ke tanah
Hujan…
Adalah bahasa rindu alam semesta
Tentang isyarat langit ingin mecumbui tanah
Namun langit sadar tak mungkin menggapainya
Lalu ia sampaikan rindu lewat rinai hujan
Lalu suatu ketika dingin merasuki hati
Mengaliri aliran darah dan ikut berdetak pada jantung
Rindu pun menasbihkan dalam helaan nafas
Sejenak aku termangu seraya meresapi gemericiknya hujan
Yang mengalun pelan ke telinga
Dalam dingin gelap tak bermentari
Ada matamu bertahta di benakku
Bersemayam tersenyum seperti kuingat kalah kita bertemu sebelum berpisah
Dimana takjub kurasakan kala itu
Sampa kemudian, rinai hujan terus membanjiri tanah
Menggenangi kerinduan hati untukmu
Yang selalu tak bosan kuinginkan
Untuk kembali merajut rasa canda dan tawa
Dalam rinai hujan yang merindu
 ————————————————————————–
HUJAN KEMBALI MERINDU
Hujan,..
Derai rinaimu tak lagi sekedar membasahi tanah yang kering
Tapi tlah meresap ke pori-pori dan lapisan tanah
Sama halnya seperti rinduku padanya
Yang kian merasuk aliran darah dan segenap jiwa
Hujan kini rindu kian menjadi
Di sudut bangku pada sebuah meja
Sendiri kadang menyergapi damba
Akan hadirnya hati seseorang yang terus dinanti
Tapi hujan…aku lihat hari ini kau terus turun
Tanpa menyisahkan mentari bercahaya
Bahkan tak mungkin menghadirkan pelangi usai kau turun
Hujan yang merindu,..
Mungkin rindu itu kian membeku
Bersama dingin yang kau curahkan dari banyaknya tetes airmu
Kan kujaga rindu itu dalam setiap hadirmu
Sampai kau merasa cukup membahasi tanah dan rerumputan, yang sebenarnya itu persuaan
Aku yakin hadirmu pasti kan dirindukan,
Seperti kemarau pada tanah gersang atau sungai yang mengering
Sama seperti pelangi yang kan hadir usai kau pergi
Untuk bersanding di cakrwala langit biru bersama awan putih.
Rabu, 28 Desember 2016

ilusimentari

Seseorang yang bertindak mengikuti kata hati, berimaji dalam kata, berdoa dalam jiwa. Belajar kehidupan yang terus menghadirkan tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *