Perihal Sesuatu

img_20150211_175122
Seperti mencoba membiarkan sesuatu pergi sesaat
Pada batas waktu selama mentari terbenam hingga terbit lagi
Setelah dijalani bumi terasa melambat
Langkah kaki gontai kian merayu untuk berhenti
Apa artinya itu, sungguh pasti jelas
Sebuah pertanda pada singsasana senja
Yang dirindukan ujung langit dari pelupuk mata
Bertepi menorehkan merah di garis datar membiru
Tenggelam dalam pekat petang
Ke dalam dasar samudra palung terdalam
Bercampur asin mengkerdilkan buih terapung
meredam gemuruh badai dalam riak gelombang
Satu momen kemudian kembali hadir cahaya
Di ufuk timur turun ke tanah bersama embun
Memberi nafas hidup hijau dedaunan muda
Memekarkan kuncup-kuncup menjadi bunga
Decak kagum mengalun syahdu
Pertanda rindu tak lagi merayu
Walau esok mungkin kembali semu
Hingga waktu yang tak memberi makna tentu
Lalu ada mata pada hati terpendam
Melihat darah mengalir memompa jantung
Ada genggam enggan terlepas
Pertanda tautan ingin terus bersanding
Jumat, 5-1-2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *