Meliza Mengadu ke Menhut RI

Masih ada Pelajar yang Kritis Soal Lingkungan

Meliza Mengadu ke Menhut RI

Soal Tanah Belitung yang Rusak

18

TANJUNGPANDAN – Keprihatian terhadap kerusakan lingkungan di Kabupaten Belitung diutarakan oleh salah satu pelajar di SMK di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tidak tanggung-tanggung secara gamblang disampaikan Meliza pelajar putri kelas 2ADP2 SMKN 1 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung secara langsung kepada Menteri Kehutanan (Menhut) RI Zulkifli Hasan saat berkunjung ke sekolahnya di hadapan sejumlah pelajar, guru dan pejabat Pemkab Belitung, Jumat (7/2/2014).

Meliza terbilang cukup cerdas menyampaikan keprihatinannya dengan penuh percaya diri serta dalam kemasan bahasa yang cukup apik. Dimulai dari maraknya terlihat tanah di Belitung yang tampak berlobang-lobang dari atas pesawat akibat aktifitas pertambangan timah, kaolin maupun pasir kuarsa. Dirinya yang merasa cinta terhadap Belitung meminta Menhut RI memberi perhatian terhadap persoalan seperti ini.

“Bapak bisa lihat dari pesawat begitu banyak lobang-lobang menganga bekas pertambangan itu disebabkan pertambangan yang merajalela. Bagaimanalah mengatasi itu, saya cinta Belitung saya ingin itu tidak terjadi tolong Bapak Menteri beri kami inspirasi untuk mengatasi hal itu,” ungkap Meliza yang disambut tepuk tangan seisi sekolahnya hari itu.

Meliza juga meminta Menhut RI Zulkifli Hasan untuk secara tegas menegakkan hukum bagi para pelanggar ataupun pelaku pengrusakan hutan. Bahkan ia meminta hukuman yang ada sekarang untuk lebih ditingkatkan bagi pelaku pengrusakan lingkungan agar tidak lagi terjadi hal tersebut di kemudian hari. Pelajar putri yang membuat Menhut RI terpukau hari itu juga meminta Zulkifli Hasan untuk memperhatikan satwa-satwa yang ada karena terancam punah akibat perburuan maupun perdangangan liar.

“Kita minta pelanggaran itu dihukum seberat-beratnya, bila perlu tolong ditingkatkan lagi hukumannya. Begitu juga untuk perdagangan satwa mohon ditertibkan pak menteri biar satwa kita tidak punah,” sebut Meliza.

Menanggapi pernyataan Meliza, Zulkifli Hasan sebelum menjawab memuji kehebatan pertanyaan pelajar putri tersebut.  Menhut RI ini mengaku banyak terjadi kerusakan alam satwa-satwa diburuh. Padahal alam dan manusia adalah satu kesatuan ekosistem yang bila dieksplotasi secara berlebihan maka akan menyebabkan kehancuran yang luar biasa.

“Kalau eksploitasi berlebihan alam akan terganggu, manusia akan musnah. Tidak boleh menebang pohon sembarangan, membunuh dan memburuh satwa sembarangan. Kita saat ini sedang menggodok aturan bahwa hak asasi tdak hanya dimiliki manusia tetapi ada juga hak asasi bagi satwa, mereka berhak hidup di alamnya,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurutnya, pemerintah juga telah membuat pelestarian alam dengan adanya Taman Nasional di beberapa daerah sebagai tempat untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman maupun satwa yang ada. Sebab menurut Menhut RI, fungsi alam sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim, penyimpan cadangan air, paru-paru dunia maupun pencegahan pemanasan global.

“Untuk Belitung kalaupun porak poranda tidak hanya menjadi tugas pemerintah ataupun aparatur keamanan saja. Tetapi tanggung jawab kita semua karena ini tanah air kita. Dan selemah-lemahnya iman seseorang itu adalah orang yang hanya diam, jadi seharusnya nanti kalau ada yang merusak lingkungan seperti penebangan liar yang akan menyengsarakan masyarakat sepanjang masa mari kita lawan. Kalau kita semua melawan sekuat apapun mereka akan bisa dilawan,” ajak Zulkifli Hasan. (trh)

#naik cetak : Harian Babel Pos, edisi Sabtu 8 Februari 2014

#online : http://www.harianbabelpos.com/2014/02/10/meliza-mengadu-ke-menhut-ri/

ilusimentari

Seseorang yang bertindak mengikuti kata hati, berimaji dalam kata, berdoa dalam jiwa. Belajar kehidupan yang terus menghadirkan tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *