Manusia Peduli

Manusia Peduli dititik nadir
Fase kebohongan bin keculasan
Mengakar dalam kepongahan congkak
Bukanlah sebuah ketulusan nurani

Manusia peduli dalam puji
Menabur cerita yang ia sebut prestasi
Mencari celah berbalik kasih
Walau muka dan bibir tak beraura pasti

Manusia peduli menggerogoti
Walau itu daging sebangsanya sendiri
Asal dapat upeti balas budi
Yang ia sebut tak apa asalkan jadi

Manusia peduli sebenarnya telah termarginalkan
Oleh kolusi jamaah untuk merenggut ambisi
Walau esok sebenarnya bisa saja mati
Tapi selalu merasa paling kekal dan abadi

ILusi Mentari

ilusimentari

Seseorang yang bertindak mengikuti kata hati, berimaji dalam kata, berdoa dalam jiwa. Belajar kehidupan yang terus menghadirkan tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *