Keindahan yang Tersembunyi, Pantai Tanjung Parang Bulo Pulau Seliu

Keindahan yang Tersembunyi
Pantai Tanjung Parang Bulo Desa Pulau Seliu


image

Pulau Seliu bagian selatan Kabupaten Belitung menyimpan syurga alam tersendiri yang sangat indah. Pertama kali mengijakkan kaki di pulau ini, perahu merapat pada dinding dermaga yang panjangnya tidak lebih dari 100 meter. Barisan perahu nelayan berjejer rapi di pinggir dermaga dan semua mata ketika beradu pandang dengan warga setempat saling mengumbar sapa dan senyum tanda keramahan mereka menerima kedatangan kita.

Air laut di pinggir dermaga masih sangat bersih dan jauh dari tercemarnya limbah ataupun kerusakan. Ini terlihat dari beningnya air di sela bebatuan dan pasir putihnya serta ikan-ikan yang tubuhnya berwarna-warni berkelok-kelok berenang. Lalu ketika hendak memasuki pulau kita telah disambut gerbang selamat datang di Desa Pulau Seliu.

Kesempatan berkunjung ke Pulau Seliu saya dapatkan pada bulan September 2013 silam. Ketika menginjak pulau yang hanya terdapat satu desa ini memang masih sederhana dari fasilitas yang memadai seperti jalan ataupun listrik. Kesempatan awal saya gunakan untuk menunaikan kewajiban sebagai umat Islam pada sebuah Masjid yang letaknya berada di tengah-tengah kota.

Sehabis itu, karena bertepatan dengan sebuah acara bakti sosial CSR salah satu grup band ternama Indonesia, kami melakukan makan siang dengan hasil laut andalan Pulau Seliu, yaitu kepiting rajungan. Dan moment selanjutnya yang saya sangat suka adalah mengunjungi salah satu objek wisata pantai di Pulau Seliu. Pantai Tanjung Parang Bulo namanya, sebuah objek wisata yang harus ditempuh dengan perjalanan sepeda motor.

Oh ya, kebetulan di sini tidak ada kendaraan roda empat atau mobil, hanya ada motor. Perjalanan kami lalui dengan melewati jalanan setapak berwarna kuning namun harus ekstra ketika musim panas sebab berdebu, apalagi waktu itu saya bersama puluhan rombongan sepeda motor. Namun tidak menyurutkan laju kami untuk melihat objek wisata Pantai Tanjung Parang Bulo.

Saya cukup enjoy dengan jalanan hutan kebun masyarakat yang masih alami. Tidak terlalu hutan lebat tidak juga tandus. Sesekali ada hutan pohon kelapa, kebun warga dan juga padang pasir. Senangnya juga, di Pulau Seliu ini saya tidak melihat ada aktifitas penambangan yang biasa merusak lingkungan.

Sekitar 20 menit perjalanan ditempuh akhirnya kami tiba di Pantai Tanjung Parang Bulo. Hamparan luas pinggir pantai menarik sebenarnya sebagai lokasi camping. Lalu di tepi pantainya banyak terdapat pohon-pohon rindang tempat berteduh. Garis bibir pantai berkelok-kelok tidak lurus memiliki nilai seni sendiri. Tentunya juga dipercantik dengan air jernih, pasir putih dan berbatuan di pinggir ataupun di dalam air lautnya.

Ibarat sebuah syurga yang belum tersentuh belum terjamah masih begitu natural. Dan saya fikir ini salah satu pantai indah di Kabupaten Belitung. Walau untuk menjangkaunya tidak mudah tapi ada hal yang berbeda menjadi daya tarik bila benar-benar mendapat sentuhan orang yang tepat.

Memang tidak mudah untuk menjangkaunya. Dari ibukota Kabupaten Belitung yakni Kota Tanjungpandan kita harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan umum dengan ongkos sekitar Rp 15-20 ribu/orang. Lalu dilanjutkan dengan menumpang perahu kapal nelayan dari dermaga Pantai Teluk Gembira sekitar 20 menit dengan ongkos Rp 10 ribu/orang.

Untuk ke Pantai Tanjung Parang Bulo bisa menyewa kendaraan motor warga setempat dengan harga nego sekitar 50-100 ribu/hari. Kalau kebingungan bisa menghubungi Ketua RT, Kadus atau Kades setempat untuk meminta petunjuk. Di Pantai Tanjung Parang Bulo kita bisa melakukan aktitas seperti hunting foto, mancing, mandi di pantainya atau sekedar bersantai. Lebih asik jika sebelumnya membawa bekal seperti ikan atau cumi untuk dibakar dan dimakan di pinggir pantai.

Walau hanya beberapa jam berada di Pantai Tanjung Parang Bulo tapi saya bisa merasakan dan mendapatkan beberapa sudut keindahan pantai ini. Saya berniat suatu saat akan kembali lagi bila mendapat kesempatan, tentunya dengan persiapan yang lebih matang untuk dapat lebih mengexplore Pantai Tanjung Parang Bulo serta objek wisata lainnya di Desa Pulau Seliu.

ilusimentari

Seseorang yang bertindak mengikuti kata hati, berimaji dalam kata, berdoa dalam jiwa. Belajar kehidupan yang terus menghadirkan tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *