Bertemu Teman SD Usai 22 Tahun Terpisah, Rasanya…

Kali ini pengen nyeritain soal pertemuan dengan temen-temen SD saya dahulu. Tentunya sudah lama sekali kami tidak bertemu dan tak mudah mengumpulkan temen-temen yang sebagian besar benar-benar sulit dihubungi.
β€Ž

Ni penampakan kita-kita setelah 22 tahun dari tamat SD tahun 1995, πŸ˜€

Berawal dari komunikasi via medsos instagram antara saya dan Windu, serta Susiana akhirnya kami coba rancang untuk ngumpul-ngumpul. Singkat cerita setelah cari temen-temen lain via telepon, sms, wa, fb akhirnya ada sekitar belasan temen-temen SD bisa dihubungi. Moment liburan lebaran memang menjadi santapan pas untuk kumpul dengan teman-teman yang sebagian berada di luar Bangka saat hari biasa.

Yup, itu masih sedikit dari 30 an temen seangkatan tahun 1995 SDN 11 Sungailiat (Air Ruai) yang sekarang SDN 1 Pemali. Disepakati kemudian ngumpulnya di rumah Windu, dekat Bukit Semut, Bukit Betung, Sungailiat pada Jumat 30 Juni 2017 sore.

Walau tidak banyak dan sederhana akhirnya kami bersua dengan kehadiran saya, Johan (Johan Marnoto), Melan (Lani Mega Irawan), Rabin (Rabin Adam, Yudi (Yudi Defrianto) dan Windu (Windu Sari Anggraini. Sementara temen lainnya yang sempat dihubungi seperti Ilma, Susiana, Yulia, Septa, Bujang, Nopalis, Anto berhalangan datang.

Pertemuan setelah terpisah 22 tahun (1995-2017) memang menjadi hangat dengan cerita kepolosan ketika masih di bangku SD, Rasanya…..nano-nano… Dari cerita kami dipukul pake mistar karena gak serius waktu olahraga oleh guru olahraga Pak Sirwan, kisah penjaga sekolah (Alm. Pak Pur) yang super disiplin dan kerasa ‘ngeri’, cinta monyet, sampe menebak foto kelas 3 SD yang sebagian kami beda pendapat namanya.

Ini Penampakan saya dan temen-temen lagi SD, πŸ˜€

2 jam bertemu tidak lah cukup, tapi lumayan untuk menjadi pelipur lara kangen akan teman-teman SD. Ditambah lagi, dengan pertemuan membuat kami bersilaturahmi kembali walau situasi tak sama dan dalam keadaan berbeda. Sore itu kami tutup pertemuan dengan foto bersama yang entah kapan lagi akan tercipta.

Usai bersua, silaturahmi kami lanjutkan via grup whatapps sambil menghimpun teman-teman lain yang belum tergabung.

Oh ya, salam hormat untuk teman kami yang telah lebih mendahului kami semua, Almarhumah Umi Kalsum, semoga engkau tenang dan mendapat tempat terindah dari-NYA kawan. Btw, kami berharap nanti dapat kembali bertemu lagi, menceritakan keseruan masa kecil yang masih polos, tanpa tahu apa itu letih setelah bermain tanpa henti, tanpa perlu alasan takut kepada didikan guru apabila disanksi karena nakal,serta rencana besar untuk kembali mengumpulkan angkatan kami dalam jumlah lebih banyak dari yang pertama kami lakukan barusan. Semoga.

Terimakasih spesial buat Ibu, Ayuk (kakak) dan misua Windu yang telah mengizinkan untuk bertemu di rumah kalian kemarin. Salam hangat untuk teman-teman yang kemarin bertemu maupun untuk teman-teman yang belum sempat bertemu.

Terakhir mengutip kalimat penulis Winna Effendi yang tertuang dalam salah satu novelnya berjudul Refrain ada sebuah ungkapan soal persahabatan ; “Tak ada persahabatan sempura di dunia ini. Yang ada hanya orang-orang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya”. 

So…Semoga kami semua senantiasa memelihara persahabatan, pertemanan, kekeluargaan dalam angkatan 95 SDN 11 Air Ruai. Aamiin.

ilusimentari

Seseorang yang bertindak mengikuti kata hati, berimaji dalam kata, berdoa dalam jiwa. Belajar kehidupan yang terus menghadirkan tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *