Bebas

Bebas

Kata-kata bebas lebih sering digunakan untuk mengekspresikan apabila selesai melakukan sesuatu yang sebelumnya dianggap sebuah ujian berat. Bebas juga ibarat terlepas dari hal yang membelenggu.

Dalam konteks kehidupan, bebas tidak hanya menjadi keinginan manusia saja. Seperti pagi ini pada upacara pembukaan Porseni HUT Kopri Kabupaten Bangka, saya melihat simbol pembukaan ditandai pelepasan beberapa burung merpati. Sekilas hal itu sudah biasa dan lumrah dilakukan pada acara-acara formal sebagai simbolis.

Namun bagi merpati itu tentunya adalah luar biasa karena bisa terbebas dari kandang yang ukurannya tidak lebih dari 50cm x 50cm. Bebas dari sesak karena ruangan yang sempit, bebas dari ketakutan setiap kali merasa kelaparan atau kehausan, bebas terbang kemana-mana mengudara di angkasa.

Bebas hal sederhana bagi setiap hal, termasuk tumbuhan pun menginginkan kebebasan. Kebebasan yang diinginkan tumbuhan antara lain bebas dari ancaman penebangan, atau kebakaran yang sekarang ini kerap terjadi.

Demikian juga dengan kita, tentunya sebagai mahluk dengan derajat tertinggi di dunia banyak tuntutan kebebasan yang kita inginkan. Bebas yang dikehendaki manusia diantaranya bebas dari ancaman, bebas dari kemiskinan, bebas dari aturan-aturan yang tak jelas, dan masih banyak lagi kebebasan lainnya.

Sedikit renungan yang ingin saya sampaikan, mungkin sama halnya dengan berbagai filosofi lain untuk membuat semuanya baik, dalam hal kebebasan ada baiknya kita mulai memberi kebebasan kepada sesuatu yang memang berhak mendapat kebebasan itu. Dimulai dari lingkungan terkecil kita, karena dengan demikian secara tidak langsung kita telah menularkan sikap positif untuk saling menghargai.

Selanjutnya karma pasti akan berlaku, kita menghargai kebebasan orang lain demikian juga orang lain akan menghargai kebebasan kita dalam arti bebas yang positif. Demikian pendapat saya mengenai bebas hari ini, mohon maaf bila terlalu subjektif, sekedar mengeluarkan apa yang ada di benak.

ilusimentari

Seseorang yang bertindak mengikuti kata hati, berimaji dalam kata, berdoa dalam jiwa. Belajar kehidupan yang terus menghadirkan tanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *